Langsung ke konten utama

Postingan

PHK Massal Menjelang Lebaran: Antara HAM dan “Kutukan” Ciptaker

image by https://images.app.goo.gl/74ZA4 Fenomena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal menjelang Hari Raya Idul fitri kembali menghantui para pekerja di Indonesia, khususnya mereka yang berada di sektor manufaktur dan garmen. Alih-alih merayakan lebaran dengan penuh suka cita, ribuan pekerja justru harus menghadapi ketidakpastian nasib dan kehilangan mata pencaharian. Ironisnya, momen sakral kebersamaan justru dirusak oleh keputusan sepihak sejumlah perusahaan yang memprioritaskan efisiensi di atas kemanusiaan. Salah satu kasus terjadi di sebuah perusahaan tekstil di wilayah Bogor, yang memutus hubungan kerja dengan lebih dari 100 pekerja harian lepas tanpa melalui prosedur yang sesuai ketentuan. Bahkan, status pekerja harian lepas tersebut diperpanjang secara tidak sah meskipun telah memenuhi syarat untuk diangkat sebagai pekerja dengan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT), sebagaimana diatur dalam Pasal 10 Ayat (3) dan (4) Peraturan Pemerintah (PP) No. 35 Tahun 2021. Pasal ter...
Postingan terbaru

Perempuan di Ambang Karam: Menyelami Luka, Melawan Arus

     Novel The Pearl That Broke Its Shell karya Nadia Hashimi , mengangkat T radisi Bacha Posh di Afghanistan , sebuah praktik budaya yang memberikan kebebasan semu kepada anak perempuan dengan mengorbankan identitas mereka. T radisi ini biasa dilakukan masyarakat Afghanistan yg mana ketika ada didalam sebuah keluarga y an g tidak memiliki anak laki -laki , maka salah satu anak perempuannya harus dikorbankan menjadi sosok laki -laki , motifnya agar mereka bisa menjalankan aktivitas selayaknya laki -laki, seperti sekolah, keluar rumah, pergi ke pasar d an beberapa aktivitas lainnya . K ota besar di Afganistan yg persentasi bacha poshnya tinggi terletak di kota Kabul , Nangarhar dan Pashtun (Nonderg J. 2010). Menurut Andrew Gibbs dan Rachel Jewkes dalam bukunya yg berjudul " Bacha Posh i n Afg h anistan: Factors Associated w ith Raising a Girl a s a Boy ", setidaknya terdapat 3 alasan utama mengapa tradisi ini masih dilakukan yaitu :   untuk meminimali...

Menuju Indonesia C(emas) (?)

Siapa yang akhir-akhir ini selalu geleng-geleng sampe no words kalau baca berita? YUP KITA SAMA! Akhir-akhir ini gue dibikin mumet sama berita, fyp tiktok sampe yt terkait kasus kriminal anak yang amat miris ini. Ga abis pikir, kok bisaaa??? Jadi throwback waktu ikut Diklat Hukum terkait pendampingan hukum perempuan dan anak, dimana pesertanya dominan ibu-ibu yang juga mengamini kondisi pemuda termasuk anak-anak di Indonesia yang saat ini sangat memprihatinkan. Hamil diluar nikah udah ga tabu lagi, pelecehan seksual bahkan pelakunya anak hingga remaja juga banyak, cekcok sama temannya yang berujung bullying bahkan dengan entengnya melakukan kekerasan dengan Sajam maupun benda tumpul lainnya. Anggota tubuhnya seolah-olah beralih fungsi untuk menyakiti orang lain.  Dari pandangan mereka as orang tua katanya kondisi itu terjadi karena 2 faktor yaitu yang pertama kurangnya pemahaman terhadap agamanya, terkait hal ini aku coba ambil salah satu contoh kasus yang baru-baru ini vi...

Pena Hidupku

Kau temaniku dalam kesendirianku Ku goreskan segalanya bersama dirimu Disetiap detikku, menitku, jamku Kau selalu ada didalam ranselku Dan kini, kurasakan kehilangan dirimu Itu karena aku yang menghindar darimu Oh pena Hidupku, Kau tau aku bimbang dengan situasi ini Aku luka karena ini Kadang, waktu mengingatkanku akan dirimu Mengingatkan akan kebersamaanku denganmu Pena Hidupku, Maafkan aku yang telah menghindar darimu Maafkan aku yang enggan menggoreskan tinta lagi denganmu Tolong ajarkan aku kembali mengenalmu seperti dulu Mari kita mulai kembali menuangkan segala moment to moment bersama #puisi2016/2017

Bukan Manusia Rata-Rata

Disaat yang lain terdiam, tidak dengannya Disaat suasana terasa tenang, tidak dengannya Disaat semua orang memikirkan dirinya, tidak pula dengannya Dia bisa karena caranya bersosial Perspektifnya, tidak seperti yang lainnya Berusaha untuk menyamakan tapi tak bisa Tahukah kalian siapa dia? Dialah bukan manusia rata-rata Bukan rata-rata manusia yang hanya sibuk dengan dirinya Bukan rata-rata manusia yang tumpuan opininya pada kebanyakan orang Bukan pula rata-rata manusia yang takut akan tantangan Karena, berbeda dengan yang lain adalah tantangan baginya Perbedaan memang bukan segalanya  Tapi , karena perbedaan membuatnya menjadi segalanya Jangan pernah takut berbeda Takutlah karena kita manusia rata-rata #puisi2017

We Peek SMAN 1 BOJONGGEDE Kuyy...

        Hello Guys.. Merhaba? ^^ ada yang tau kali ini ane mau posting tentang apa? hemmm... (baca:Judulnya) nahh.. kalau kalian udah liat judulnya, pasti udah tergambar kan, Ane mau posting perihal apa? ;) eits, tunggu. Kayanya ada yang aneh ya, nih adminnya Labil amat dikit dikit ngomongnya aku kamu, lo gue, ane ente.. yeilahh Pusing pala bar bar __- mangapin yak.. :D sudahlah, kita lanjut ke topic yak.. ;) gini, ane mau cerita nih tentang sekolah ane yaitu SMAN 1 BOJONGGEDE. ane kasih liat dlu deh depan SMANBO nya, Cekidott...  Tampak SMANBO Dari Depan Sekolah nah, udah liat kan guys, gimana? sekolah ane tuh beda dari sekolah lain. Walaupun keberadaannya ditengah tengah pepohonan, but.. Sekolah ini tuh punya keunikan tersendiri, seperti : Letaknya itu Strategis, Bisa dibilang My School My Adventure. Lohhh, kok bisa gitu? yup, karna kalau Hujan kita kotor kotoran bersama2, kalau siang panas ngebul.. xixi. eh, jangan salah disekolah ane tuh kalau pagi an...

Profile Guru

       Hello guys.. Back to again with me in My Blog is My Diary Online..^^ (Abaikan saja inggrisku ini yak) :p  nah.. kali ini Gue akan Bercerita all about teacher someone, hemmm... penasaran gak? penasaran ya? yaudah dari pada capek ngoceh ngoceh terus, mending di Simak aja Kuyy.. ;) gue akan membongkar Profile salah satu guru SMAN 01 Bojonggede, dia itu bernama...... Nama               : Dede Paridah TTL                 : Jakarta, 20 Mei 1980 Alamat             : Kp.Nanggela RT 01/03 Desa Nanggerang Kec.Tajurhalang Status               : Menikah Pekerjaan         : Guru Motto Hidup    : "Belajar untuk Ridho terhadap apa yang terjadi." Riwayat Pendidikan    : a. SDN Batu Ampar 08 Pagi Jakarta Timur, Thn Lulus 1992               ...